Menuju Puncak Gunung Gede
Perjalanan bermula pada hari selasa 29 Juli 2014 pukul
22.00 WIB, setelah perlengkapan dan perbekalan siap kami berdua menuju home
transit ( rumah paman salah satu anggota pendakian ) di Ciloto – Cianjur untk
menaruh motor dan bermalam disana. 2jam perjalanan menggunakan motor, terjebak
macet di ciawi sampai puncak hingga kehabisan bensin cz stok bensi dipertamina
habis semua. Akhirnya dengan sedikit sisa bensin di tanki motor kami tetap
lanjutkan menuju Home Transit kami di Ciloto. Sampai di home transit pukul
02.00 WIB telah disambut sahabat kami disana.
Pagi pukul 05.00 kami siap2 untuk berangkat menuju Pintu
masuk pendakian, kami jalan kaki menuju pemberhentian angkot di pinggir jalan. Kami
ber-3 dari ciloto menuju pasar cipanas yg posisinya bersebelahan dengan Istana
Presiden di Cipanas, tidak lama duduk di angkot kami pun turun disana hingga
angkot itu berhenti di perhentian terakhir. Dari sani (Ps.Cipanas) kami menuju
Ps.Kampung dengan mencater Mobil angkot seharga 20rb/orang, Ps.Kampung
merupakan pintu masuk menuju Pos 1 ( pos masuk pemeriksaan surat2 simaksi untuk
pendakian).
Sesampainya di Ps.kampung pukul 07.00 kami pun langsung
disambut 4 orang anggota rombongan pendakian kami yang telah sampai lebih dahul
disana pada pukul 04.00 WIB cz mereka menuju kesana menggunakan Bus dari sore
harinya. Disanapun telah banyak rombongan-rombongan pendakian lain yg akan
mendaki hari itu. Sebelum menuju Pos 1 kami ber3 menyempatkan diri untuk
sarapan diwarung kopi untuk mengisi tenaga di pagi hari, selesai sarapan Pukul
08.00 kami ber-7 langsung berangkat menuju Pos1 yang letaknya tidak begitu jauh
( baru juga mulai udah nanjak’y ajib banget) dari Ps.kampung.
Tiba di Pos 1 kami mengantri untuk melakukan pengecekan
untuk pendakian kalo istilah di Hotel tu namanya Check-in. Disana sedang ada
rombongan yang sedang di omel-omelin oleh petugas jaga Pos cz surat pendakian
merka tidak resmi ( alias daftar via calo ) dan mreka pun tidak mengenakan
sepatu khusus pendakian dan hanya mengenakan sendal gunung maka rombongan mreka
pun diminta untuk membuat surat penyataan diatas materai.
Tiba giliran rombongan kami di check, pengecekan berjalan
lancar dari mulai SIMAKSI yang resmi, perlengkapan pendakian yg memenuhi
standar dan juga menanyakan jumlah pisau / senjata tajam yang kami bawa.
SIMAKSI kami telah di setujui oleh petugas kami pun berdo’a bersama agar
pendakian ini diberikan keselamatan dan diberi perlindungan oleh ALLOH SWT.
Pos 1 terletak ditengah-tengah perkebunan milik warga, kami
pun mengawali perjalanan ini dengan melintasi kebun sayur-sayuran milik warga
setempat yang letaknya di kaki gunung. Treck pendakian via Gn.Putri memang
sangatlah terjal/menanjak. Terbukti dari awal tiba di Ps.Kampung untuk menuju
Pos1 sudah menanjak. Kami terus menyusuri pematang kebun warga yang menanjak
terjal, di tengan perjalanan kami pun bertemu dengan rombongan pendaki lain
yang sedang masak2 untuk sarapan pagi.
30 menit lamanya kami mendaki menyusuri perkebunan warga,
tibalah kami disumber mata air terakhir yang ada disini. Setelah mata air ini
tidak ada mata air lagi di tengan2 perjalanan, dan kita akan menjumpai mata air
lagi jika kita sampai di alun-alun surya kencana. Kami memenuhi semua botol
minum yang kami punya untuk persediaan air dijalan, perjalanan menuju alun-alun
surya kencana kurang lbih memakan waktu normal 4-6jam jika tidak terjadi hujan
dan trek pendakian terbilang cukup kering, namun jika trek pendakian basah
karna hujan trek tsb akan sangan sulit didaki dan amat sangan licin cz medan
treknya itu masih tanah merah dan hanya sedikit bercamput dengan adukan semen
dan batu-batu kerikil.
Sumber mata air terakhir itu adalah perbatasan antara kebun
warga dengan hutan, dan tibalah kami memasuki hutan lebat berjalur sangan
terjal dengan tanah merah yang kering dan gembur, belum lama berjalan memasuki
hutan nafas kami sudah tersengal-sengal kelelahan terlebih lagi saya dan teman
saya Fian yang memang masih Newbie dalam hal mendaki gunung. Terjalnya medan
dan beban Carrier lebih dari 15Kg menempel di punggung menjadi ujian terberat
untuk terus melangkahkan kaki keatas, nafas kami tersengal-sengal dan kami pun
tertinggal jauh oleh rombongan diatas sana. Kami pun jalan perlahan-lahan
sambil menyeimbangkan nafas yang tersengal dengan langkah kaki yang terasa
berat.
Tibalah kami di pos 2, kami terus saja melewatinya cz
disana sudah dipenuhi banyak pendaki lain yg telah sampai lebih dulu disana,
akan tetapi tdk jauh dari pos 2 kami berhenti di tengah jalan dan beristirahat
sejenak untuk menghela nafas dan meredakan ketegangan pada kaki.
Anggota rombongan kami berkurang 2orang saya bertanya-tanya ternyata yg 2orang itu dianugrahi “dengkul dewa” mreka ber2 udah ngibrit duluan menuju alun-alun surya kencana bahkan jejaknya pun sudah tidak terlihat lagi. Tinggallah kami ber5 disini, setelah beristirahat bbrapa menit kami melanjutkan perjalanan lagi cz jam telh menunjukan pukul 10.00WIB. trek selanjutnya pun masih tetap sama jalan menanjak yg terjal dengan tanah merah yang gembur dengan diselingi adukan semen yang sudh berguguran tergerus air hujan.
Anggota rombongan kami berkurang 2orang saya bertanya-tanya ternyata yg 2orang itu dianugrahi “dengkul dewa” mreka ber2 udah ngibrit duluan menuju alun-alun surya kencana bahkan jejaknya pun sudah tidak terlihat lagi. Tinggallah kami ber5 disini, setelah beristirahat bbrapa menit kami melanjutkan perjalanan lagi cz jam telh menunjukan pukul 10.00WIB. trek selanjutnya pun masih tetap sama jalan menanjak yg terjal dengan tanah merah yang gembur dengan diselingi adukan semen yang sudh berguguran tergerus air hujan.
Tiba di Pos 3 kami berhenti sejenak untuk beristirahat cz
pos tsb memang sepi namun tdk lama beristirahat tiba pula rombongan lain yang
turut meramaikan pos itu dan mreka berNarsis ria, setelah cukup beristirahat
mengambil nafas kami pun melanjutkan perjalanan menuju pos 4. Pejalanan terus
berlanjut dengan nafas yang tersengal2 dan kaki yagn terasa berat dan dengan
bebean Carrier di punggung kami, pos 4 berlalu pos 5 pun berlalu kami terus
berjalan... jam menunjukan pukul 12.00 lebih kami terus berjalan menuju puncak
alun-alun surya kencana, saat memasukin jalan berbatu-batu besar (batu kali)
itu tandanya sudah tidak jauh lagi sampai ke alun-alun surya kencana dan
ternyata teman kami yang memiliki “dengkul dewa” telah menunggu kami di pos
peristirahatan terakhir dan mreka sedang santai sambil merebus air untuk
menyeduh kopi.
Kami ber-7 beristirahat disana menyeduh kopi dan makan
cemilan, kami mengobrol-ngobrol dan bercanda2 disana sambil membicarakan treck
perjalanan yg akan kami lewati.
Waktu menujukan pukul 13.00 WIB itu saatnya kita
melanjutkan perjalanan menuju alun-alun surya kencana, treck yang kami lewati
biasa disebut batu tapak oleh para pendaki cz dari sekian panjang treck yg kami
lewati Cuma disini ini trecknya berupa susunan batu-batu kali, tersusun tidak
beraturan sampai alun-alun surya kencana. Kurang lebih berjalan 30menit kami
ber2 ketinggalan jauh dibelakang, cz kami memang baru pertama kali naik gunung
dan belum ada persiapan fisik sama sekali untuk naik. Kami berdua terus berjalan langkah demi
langkah sambil mengatur nafas ditengah hutan yang sangat dingin dan rindang,
kami terus berjalan kurang lebih 1jam berjalan Saya melihat cahaya
kekuning-kuningan dibawah sana, dalam hati bertanya apakah itu alun-alun surya
kencana dan ternyata benar. Dan teman-teman kami sudah menunggu disana untuk
mencari Spot Camp yang tepat ( Camp yang dekat dengan sumber mata air ).
Pukul 14.00 kami tiba di alun-alun surya kencana, rasa hati
penuh takjub SUBHANALLAH akhirnya sampai juga di alun-alun surya kencana yang
sangat megah ini, udara yang sangat dingin dan matahari yg terik menjadi iklim
Surya Kencana siang itu. Pohon Bunga Edelweis terhampar luar sinini dan mreka
sedang mekar, pemandangan yang sangat luar biasa.... SUBHANALLAH..... rasa
takjub ini takan pernah terbayangkan dan slalu terucap sepanjang jalan
menyusurin alun-alun Surya Kencana. Tidak ingin kehilangan momen rasa takjub
kami pun meneympatkan diri untuk berfoto-foto ria.


30 Menit berjalan menyusuri Alun-alun Surya Kencana, kami
agak miris melihat sungai kecil yang biasanya mengalir berisikan air ini kok
kering?????? Ternyata memang benar di Gn.Gede sedang musing kemarau, Kami terus
menyusuri sungai tsb untuk mencari sumber mata air. Tidak lama teman kami
menemukan sumber mata air kami pun menemukan spot yag tepat untuk mendirikan
tenda.
Setelah selesai mendirikan tenda kami pun bergantian untuk
melaksanakan sholat dzuhur, kami mendirikan 2buah tenda yg berkapasitas 4orang
tiap-tiap tendanya.
Kami melepas semua perlengkapan seperti jaket, sarung
tangan, sepatu dan hanya mengenakan celana & kaos saja dengan tujuan untuk
mregangkan otot-otot dan menetralisir suhu tubung dengan suhu lingkungan dengan
tujuan agar tidak terjadi hipotermia dimalam harinya. Setelah selesai
mendirikan tenda dan melaksanakan sholat kami pun langsung menggelar peralatan
masak untuk segera masak nasi dan kopi, cz siang tadi kami tidak sempat makan
siang. Hehehehehe...
Seluruh persediaan makanan yang kami punya kami keluarkan
untuk dihitung dan dimasak, ternyata kami membawa persediaan makanan untuk
2hari hahahahha... padahal Cuma semalam ngeCamp disini. Kami masak nasi liwet,
tumis tahu, sayur asem dan sya membawa Randang dari rumah ( randang sisa
Lebaran ) hahahahahhahahaha...
17.00 WIB udara mulai terasa lebih dingin, segera saja kami
berdua melakukan sesi foto-foto diantara bunga-bunga edelweis, ko Cuma berdua??
Ya karena Cuma kami berdua yg baru pertama kali menginjakan kaki di sini
hehehehhe....
Pukul 17.30 WIB kami pun bersiap-siap untuk menyantap
makanan yang telah selesai kami masak bersama..








