Jumat, 01 Agustus 2014

Pendakian Gunung Gede Pangrango ( dari Jalur Gunung Putri )

Menuju Puncak Gunung Gede



Perjalanan bermula pada hari selasa 29 Juli 2014 pukul 22.00 WIB, setelah perlengkapan dan perbekalan siap kami berdua menuju home transit ( rumah paman salah satu anggota pendakian ) di Ciloto – Cianjur untk menaruh motor dan bermalam disana. 2jam perjalanan menggunakan motor, terjebak macet di ciawi sampai puncak hingga kehabisan bensin cz stok bensi dipertamina habis semua. Akhirnya dengan sedikit sisa bensin di tanki motor kami tetap lanjutkan menuju Home Transit kami di Ciloto. Sampai di home transit pukul 02.00 WIB telah disambut sahabat kami disana.

Pagi pukul 05.00 kami siap2 untuk berangkat menuju Pintu masuk pendakian, kami jalan kaki menuju pemberhentian angkot di pinggir jalan. Kami ber-3 dari ciloto menuju pasar cipanas yg posisinya bersebelahan dengan Istana Presiden di Cipanas, tidak lama duduk di angkot kami pun turun disana hingga angkot itu berhenti di perhentian terakhir. Dari sani (Ps.Cipanas) kami menuju Ps.Kampung dengan mencater Mobil angkot seharga 20rb/orang, Ps.Kampung merupakan pintu masuk menuju Pos 1 ( pos masuk pemeriksaan surat2 simaksi untuk pendakian).

Sesampainya di Ps.kampung pukul 07.00 kami pun langsung disambut 4 orang anggota rombongan pendakian kami yang telah sampai lebih dahul disana pada pukul 04.00 WIB cz mereka menuju kesana menggunakan Bus dari sore harinya. Disanapun telah banyak rombongan-rombongan pendakian lain yg akan mendaki hari itu. Sebelum menuju Pos 1 kami ber3 menyempatkan diri untuk sarapan diwarung kopi untuk mengisi tenaga di pagi hari, selesai sarapan Pukul 08.00 kami ber-7 langsung berangkat menuju Pos1 yang letaknya tidak begitu jauh ( baru juga mulai udah nanjak’y ajib banget) dari Ps.kampung.
Tiba di Pos 1 kami mengantri untuk melakukan pengecekan untuk pendakian kalo istilah di Hotel tu namanya Check-in. Disana sedang ada rombongan yang sedang di omel-omelin oleh petugas jaga Pos cz surat pendakian merka tidak resmi ( alias daftar via calo ) dan mreka pun tidak mengenakan sepatu khusus pendakian dan hanya mengenakan sendal gunung maka rombongan mreka pun diminta untuk membuat surat penyataan diatas materai.

Tiba giliran rombongan kami di check, pengecekan berjalan lancar dari mulai SIMAKSI yang resmi, perlengkapan pendakian yg memenuhi standar dan juga menanyakan jumlah pisau / senjata tajam yang kami bawa. SIMAKSI kami telah di setujui oleh petugas kami pun berdo’a bersama agar pendakian ini diberikan keselamatan dan diberi perlindungan oleh ALLOH SWT.

Pos 1 terletak ditengah-tengah perkebunan milik warga, kami pun mengawali perjalanan ini dengan melintasi kebun sayur-sayuran milik warga setempat yang letaknya di kaki gunung. Treck pendakian via Gn.Putri memang sangatlah terjal/menanjak. Terbukti dari awal tiba di Ps.Kampung untuk menuju Pos1 sudah menanjak. Kami terus menyusuri pematang kebun warga yang menanjak terjal, di tengan perjalanan kami pun bertemu dengan rombongan pendaki lain yang sedang masak2 untuk sarapan pagi.

30 menit lamanya kami mendaki menyusuri perkebunan warga, tibalah kami disumber mata air terakhir yang ada disini. Setelah mata air ini tidak ada mata air lagi di tengan2 perjalanan, dan kita akan menjumpai mata air lagi jika kita sampai di alun-alun surya kencana. Kami memenuhi semua botol minum yang kami punya untuk persediaan air dijalan, perjalanan menuju alun-alun surya kencana kurang lbih memakan waktu normal 4-6jam jika tidak terjadi hujan dan trek pendakian terbilang cukup kering, namun jika trek pendakian basah karna hujan trek tsb akan sangan sulit didaki dan amat sangan licin cz medan treknya itu masih tanah merah dan hanya sedikit bercamput dengan adukan semen dan batu-batu kerikil.

Sumber mata air terakhir itu adalah perbatasan antara kebun warga dengan hutan, dan tibalah kami memasuki hutan lebat berjalur sangan terjal dengan tanah merah yang kering dan gembur, belum lama berjalan memasuki hutan nafas kami sudah tersengal-sengal kelelahan terlebih lagi saya dan teman saya Fian yang memang masih Newbie dalam hal mendaki gunung. Terjalnya medan dan beban Carrier lebih dari 15Kg menempel di punggung menjadi ujian terberat untuk terus melangkahkan kaki keatas, nafas kami tersengal-sengal dan kami pun tertinggal jauh oleh rombongan diatas sana. Kami pun jalan perlahan-lahan sambil menyeimbangkan nafas yang tersengal dengan langkah kaki yang terasa berat.

Tibalah kami di pos 2, kami terus saja melewatinya cz disana sudah dipenuhi banyak pendaki lain yg telah sampai lebih dulu disana, akan tetapi tdk jauh dari pos 2 kami berhenti di tengah jalan dan beristirahat sejenak untuk menghela nafas dan meredakan ketegangan pada kaki.

Anggota rombongan kami berkurang 2orang saya bertanya-tanya ternyata yg 2orang itu dianugrahi “dengkul dewa”  mreka ber2 udah ngibrit duluan menuju alun-alun surya kencana bahkan jejaknya pun sudah tidak terlihat lagi. Tinggallah kami ber5 disini, setelah beristirahat bbrapa menit kami melanjutkan perjalanan lagi cz jam telh menunjukan pukul 10.00WIB. trek selanjutnya pun masih tetap sama jalan menanjak yg terjal dengan tanah merah yang gembur dengan diselingi adukan semen yang sudh berguguran tergerus air hujan.

Tiba di Pos 3 kami berhenti sejenak untuk beristirahat cz pos tsb memang sepi namun tdk lama beristirahat tiba pula rombongan lain yang turut meramaikan pos itu dan mreka berNarsis ria, setelah cukup beristirahat mengambil nafas kami pun melanjutkan perjalanan menuju pos 4. Pejalanan terus berlanjut dengan nafas yang tersengal2 dan kaki yagn terasa berat dan dengan bebean Carrier di punggung kami, pos 4 berlalu pos 5 pun berlalu kami terus berjalan... jam menunjukan pukul 12.00 lebih kami terus berjalan menuju puncak alun-alun surya kencana, saat memasukin jalan berbatu-batu besar (batu kali) itu tandanya sudah tidak jauh lagi sampai ke alun-alun surya kencana dan ternyata teman kami yang memiliki “dengkul dewa” telah menunggu kami di pos peristirahatan terakhir dan mreka sedang santai sambil merebus air untuk menyeduh kopi.

Kami ber-7 beristirahat disana menyeduh kopi dan makan cemilan, kami mengobrol-ngobrol dan bercanda2 disana sambil membicarakan treck perjalanan yg akan kami lewati.  




Waktu menujukan pukul 13.00 WIB itu saatnya kita melanjutkan perjalanan menuju alun-alun surya kencana, treck yang kami lewati biasa disebut batu tapak oleh para pendaki cz dari sekian panjang treck yg kami lewati Cuma disini ini trecknya berupa susunan batu-batu kali, tersusun tidak beraturan sampai alun-alun surya kencana. Kurang lebih berjalan 30menit kami ber2 ketinggalan jauh dibelakang, cz kami memang baru pertama kali naik gunung dan belum ada persiapan fisik sama sekali untuk naik.  Kami berdua terus berjalan langkah demi langkah sambil mengatur nafas ditengah hutan yang sangat dingin dan rindang, kami terus berjalan kurang lebih 1jam berjalan Saya melihat cahaya kekuning-kuningan dibawah sana, dalam hati bertanya apakah itu alun-alun surya kencana dan ternyata benar. Dan teman-teman kami sudah menunggu disana untuk mencari Spot Camp yang tepat ( Camp yang dekat dengan sumber mata air ).

Pukul 14.00 kami tiba di alun-alun surya kencana, rasa hati penuh takjub SUBHANALLAH akhirnya sampai juga di alun-alun surya kencana yang sangat megah ini, udara yang sangat dingin dan matahari yg terik menjadi iklim Surya Kencana siang itu. Pohon Bunga Edelweis terhampar luar sinini dan mreka sedang mekar, pemandangan yang sangat luar biasa.... SUBHANALLAH..... rasa takjub ini takan pernah terbayangkan dan slalu terucap sepanjang jalan menyusurin alun-alun Surya Kencana. Tidak ingin kehilangan momen rasa takjub kami pun meneympatkan diri untuk berfoto-foto ria.




30 Menit berjalan menyusuri Alun-alun Surya Kencana, kami agak miris melihat sungai kecil yang biasanya mengalir berisikan air ini kok kering?????? Ternyata memang benar di Gn.Gede sedang musing kemarau, Kami terus menyusuri sungai tsb untuk mencari sumber mata air. Tidak lama teman kami menemukan sumber mata air kami pun menemukan spot yag tepat untuk mendirikan tenda.

Setelah selesai mendirikan tenda kami pun bergantian untuk melaksanakan sholat dzuhur, kami mendirikan 2buah tenda yg berkapasitas 4orang tiap-tiap tendanya.


Kami melepas semua perlengkapan seperti jaket, sarung tangan, sepatu dan hanya mengenakan celana & kaos saja dengan tujuan untuk mregangkan otot-otot dan menetralisir suhu tubung dengan suhu lingkungan dengan tujuan agar tidak terjadi hipotermia dimalam harinya. Setelah selesai mendirikan tenda dan melaksanakan sholat kami pun langsung menggelar peralatan masak untuk segera masak nasi dan kopi, cz siang tadi kami tidak sempat makan siang. Hehehehehe...

Seluruh persediaan makanan yang kami punya kami keluarkan untuk dihitung dan dimasak, ternyata kami membawa persediaan makanan untuk 2hari hahahahha... padahal Cuma semalam ngeCamp disini. Kami masak nasi liwet, tumis tahu, sayur asem dan sya membawa Randang dari rumah ( randang sisa Lebaran ) hahahahahhahahaha...

17.00 WIB udara mulai terasa lebih dingin, segera saja kami berdua melakukan sesi foto-foto diantara bunga-bunga edelweis, ko Cuma berdua?? Ya karena Cuma kami berdua yg baru pertama kali menginjakan kaki di sini hehehehhe....


Pukul 17.30 WIB kami pun bersiap-siap untuk menyantap makanan yang telah selesai kami masak bersama..